Senin, 08 April 2013

X.1.1.1 Soal:Tanggapan Publik Kian Tak Percaya Politikus




                Publik Kian Tak Percaya Politikus

Tingkat kepercayaan publik pada politikus ternyata makin menurun. Berdasarkan survei yang dirilis Lembaga survei Indonesia Network Elections Surveys mayoritas publik menilai perilaku para politikus makin jauh dari nilai sosial masyarakat. "Mayoritas responden menilai para politikus berperilaku negatif, jumlahnya mencapai 80,4 persen," kata Direktur Eksekutif INES, Sudrajat Sacawisastra, dalam diskusi di Cava Cafe, Cikini, Ahad, 7 April 2013.

Menurut Sudrajat citra negatif publik terhadap para politikus ini disebabkan karena banyaknya kader partai yang di eksekutif dan legislatif yang terjerat kasus korupsi. Publik menilai perilaku korup ini terjadi di seluruh partai. Partai kecil yang berada di luar pemerintahan seperti Gerindra dan Hanura pun bahkan tak luput dari perilaku korup ini. Publik percaya, sekitar 4,8 persen politikus Gerindra dan 5,9 persen politikus Hanura terlibat korupsi.

Perilaku korupsi menurut responden lebih besar terjadi di tiga partai yaitu berturut-turut, Golkar, Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera dengan persentase 97,3 persen, 96,4 persen dan 82,3 persen. Di urutan keempat, Partai Kebangkitan Bangsa dengan 67,3 persen, disusul Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, 60,6 persen dan Partai Persatuan Pembangunan, 39,6 persen.

Rendahnya kepercayaan publik pada politikus ini ternyata menyumbang rendahnya minat publik pada partai. Survei justru menyebutkan publik tak tertarik lagi ppada program dan visi partai. "Sebanyak 74,1 persen responden menyatakan hanya tertarik uang dari partai." Sedang iklan program partai hanya diminati 10,4 persen responden, dan visinya hanya diminati oleh 5,8 persen.

Survei dilakukan INES pada 18 sampai 30 Maret 2013 dengan responden sebanyak 5.989 orang. Survei dilakukan di 33 provinsi dengan metode acak bertingkat. Tingkat kesalahan diperkirakan sekitar 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 98 persen.

SOAL
Berilah tanggapan sehubungan dengan isi wacana di atas minimal dalam satu paragraf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar