Kamis, 18 April 2013

XI.1.5.2 TEKNIK PEMENTASAN DRAMA

  • TEKNIK PEMENTASAN DRAMA
  •  TEKNIK PEMENTASAN DRAMA Dalam mementaskan atau bermain drama perlu memahami berbagaiteknik. Menurut Rendra (1978) ada beberapa teknik yang perludiperhatikan dalam mementaskan drama Teknik tersebut yaitu : 1. Teknik MunculCara pemain memunculkan diri pada saat tampil pertama kalinya diatas pentas dalam satu drama babak, atau adegan. Pemunculantersebut memberi kesan pada para penonton sesuai peran yangdimainkan. Jika memerankan seorang ustadz, dia harusmemperlihat diri sebagaimana layaknya ustadz, berpakaian muslimdengan tutur kata yang lemah lembut sesuai dan prilaku kelihatansopan dan santun kepada siapa pun. 2. Teknik memberi IsiPengucapan suatu kalimat dengan penekanan makna tertentumelalui tempo, nada, dinamik, misalnya :• DIA sangat baik padaku (bukan saya atau mereka)• Dia SANGAT baik padaku (bukan kurang atau cukup)• Dia sagat BAIK padaku ( bukan tidak baik )• Dia sangat baik PADAKU (bukan orang lain tapi padaku)• Teknik ini harus terpadu dengan teknik jasmaniah seperti mimik, sikap, gerak anggota badan lainnya (gestur)
  • 21. 3. Teknik PengembanganTeknik membuat drama bergerak dinamis menuju klimaks atau drama tidak datar. Teknik terbagiatas beberapa teknik yang intinya menyangkut penggunan pengucapan dan jasmaniah, (a) Teknik pengembangan pengucapan: seperti menaikkan volume suara atausebaliknya, menaikkan tinggi nada suara atau sebaliknya, menaikkan kecepatan tempo suaraatau sebaliknya (b) Teknik pengembangan jasmaniah, yakni - Menaikkan posisi jasmaniah, dari duduk menjadi berdiri lalu berjongkok dan seterusnya - Dengan cara memalingkan kepala, tubuh atau seluruh tubuh - Dengan cara berpindah tempat dari kiri ke kanan , dari belakang ke depan, dan sebagainya. - Dengan cara menggerakan anggota badan tanpa berubah tempat seperti menggerakkan kaki atau jari - Dengan ekspresi wajah (mimik) untuk mencerminkan emosi tertentu, misalnya mata sendu, muram untuk mengekspresikan kesedihan dan sebagainya.4. Teknik TimingTekni ini merupakan ketepatan hubungan antara gerakan jasmaniah dengan kata-kata ataukalimat yang diucapkan dalam waktu yang singkat atau sekejap, misalnya: - Bergerak sebelum mengucapkan kata-kata tertentu, seperti menepuk kepala “aku lupa, maaf!’ - Bergerak sambil mengucapkan sesuatu seperti menepuk kepala sambil mengucapkan “Aku lupa, maaf!” - Bergerak setelah mengucapkan sesuatu seperti “Aku lupa, maaf!” lalu menepuk kepala.
  • 22. 5.Teknik PenonjolanPenonjolan isi merupakan teknik dimanaseorang pemain harus memahami pada bagianmana suatu kalimat yang perlu ditonjolkanpada saat diucapkan. Seterusnya pada bagianmana dalam suatu adegan/babak yang perluditonjokan. Hal ini agar penonton dapatmenikmati pementasan dengan penuhkeharuan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar