Rabu, 17 April 2013

XI.2.16.1a Unsur Pementasan Drama

Unsur-Unsur Pementasan Drama


1. Unsur-Unsur Pementasan Drama
Pementasan drama merupakan kesenian yang sangat kompleks. Sebab, seni drama bukan saja melibatkan banyak seniman, melainkan juga mengandungbanyak unsur.apa unsur-unsur pementasan draman itu?

a. Naskah Drama
 Bila Anda akan mengadakan pertunjukan drama, yang dibutuhkan pertama-tama adalah naskah drama. Naskah drama adalah karangan yang berisi cerita atau lakon. Dalam naskah tersebut berisi nama-nama tokoh dalam cerita, dialog yang diucapkan, keadaan panggung. Bahkan kadang-kadang dilengkapi tentang tata busana, tata lampu dan tata suara(musik pengiring). Naskah drama mengutamakan pembicaraan tokoh, penuturan ceritanya melalui dialog. Permainan drama dibagi atas babak. Tiap babak berisi satu peristiwa dengan waktu dan suasana tertentu. Untuk memudahkan para pemain drama, naskah juga dilengkapi dengan
keterangan atau petunjuk. Petunjuk itu misalnya gerakan-gerakan yang dilakukan pemain, tempat terjadinya peristiwa, benda-benda/peralatn yang dibutuhkan setiap babak, dan sebagainya.

b. Pemain
Pemain adalah orang yang memeragakan cerita. Jumlah pemain akan tergantung dari tokoh yang dipentaskan. Seorang pemain harus benar-benar seperti tokoh yang dimainkan. Untuk itu, ia harus menguasai dan mampu memerankan watak, tingkah dan busana lain yang mendukungnya.

c. Sutradara
Sutradara adalah pemimpin pementasan drama. Hal yang mula-mula dilakukan seorang sutradara adalah memilih naskah (atau ditulis sendiri). Naskah dibaca berulang-ulang untuk memahami cerita dan menafsirkan
bagaimana watak tokoh-tokohnya. Selanjutnya memilih pemain yang akan memerankan tokoh dalam naskah. Pemain yang telah terpilih akan dibimbing dan diarahkan oleh sutradara agar mampu memerankan tokoh dengan baik. Selain itu, ia harus menunjuk penata rias, busana. lampu, dan suara. Pada akhirnya ia harus bekerja sama dengan para petugas dan mengkoordinasikan semua bagian.

d. Tata Rias
Tata rias adalah cara mendandani pemain. Orang yang mengerjakannya disebut penata rias.

e . Tata Busana
Tata busana adalah pengaturan pakaian pemain baik bahan, model,
maupun cara mengenakannya. Tata busana erat sekali dengan tata rias,
sehingga tugas mengatur pakaian pemain sering dirangkap dengan penata
rias.
f. Tata Panggung
Tata panggung adalah pentas atau arena untuk bermain drama. Biasanya letaknya di depan tempat duduk penonton dan lebih tinggi dari kursi penonton. Tujuannya agar penonton yang duduk di kursi paling belakan g
dapat melihat apa yang ada di panggung. Tata panggung adalah keadaan panggung yang dibutuhkan untuk
permainan drama. Panggung harus menggambarkan tempat, waktu dan suasana terjadinya suatu peistiwa.

g. Tata Lampu
Tata lampu adalah pengaturan cahaya di panggung. Karena itu, lampu erat sekali hubungannya dengan tata panggung. Pengaturan cahaya di panggung harus menggambarkan keadaan /peristiwa yang sedang terjadi di
atas panggung.

h. Tata Suara
Tata suara bukan hanya pengaturan pengeras suara, melainkan musik pengiring juga. Musik pengiring diperlukan juga agar suasana yang digambarkan terasa lebih meyakinkan dan mantap bagi para penonton. Alat musik yang biasanya digunakan, misalnya seruling, biola, organ, dan sebagainya.

i. Penonton
Penonton termasuk unsur penting dalam pementasan drama. Siapakah penonton? Penonton adalah orang-orang yang mau datang ke tempat pertunjukan. Penonton pun dapat dikategorikan menjadi penonton iseng, penonton peminat dan penonton penasaran.

2. Menentukan Tema, Judul, Kerangka Drama dan Menyusun DialogNaskah
Bila tadi telah dibicarakan tentang bagaimana sebuah pementasan dan unsur-unsur yang ada di dalamnya, lalu bagaimnakah cara menyusun dialog itu sendiri? Seperti pada karya sastra lain, drama yang merupakan salah satu karya sastra yang penyajiannya dengan dipentaskan memiliki tema yang merupakan dasar cerita. Tema dapat diambil dari berbagai segi kehidupan manusia, baik itu pengalaman pribadi ataupun pengalaman orang lain. Judul yang telah Anda tetapkan setelah mengamati kehidupan di luar Anda
atau dari dalam diri Anda, dirumuskan menjadi judul yang dapat mewakili isi dari tema yang ingin disampaikan. Setelah melakukan kegiatan tersebut buatlah kerangka cerita drama,
misalkan:
Babak 1: Kenangan masa indah,
Babak 2: Pertengkaran idealisme,
Babak 3: Saat-saat terakhir perpisahan, dan sebagainya.
Kegiatan terakhir adalah susunlah naskah drama berdasarkan kerangka yang telah Anda susun tadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar