Rabu, 17 April 2013

XI.2.11.2 Membedakan fakta dan opini pada editorial dengan membaca intrensif



Kelas              : XI
Semester          : 2
SK                   : 11. Memahami ragam wacana tulis dengan membaca cepat dan membaca inensif
KD                  : 11.2   Membedakan fakta dan opini pada editorial dengan membaca intrensif
Indikator :    Identifikasi fakta dan opini
Fakta dan Opini Dalam Tajuk
A.    Pengertian
Editorial/tajuk rencana (karangan induk dalam media) adalah kolom dalam surat kabar/majalah yang mengungkapkan opini redaksi atas suatu permasalahan yang sedang hangat/menonjol pada saat media itu terbit. Dalam tajuk biasanya ada fakta (kenyataan) dan opini (pendapat) yang disampaikan redaktur. Tajuk mewakili suara media tersebut.
B.     Fungsi Tajuk
Fungsi tajuk adalah kritik atas ketimpangan yang terjadi dalam masyarakat, dan memberikan wawasan pada masyarakat atas permasalahan yang sedang hangat.
C.     Isi Tajuk
Tajuk berisi satu permasalah yang sedang berkembang/hangat di masyarakat dan opini redaksi atas permasalahan tersebut.
D.    Sistematika tajuk
1.      Pembuka
Bagian pembuka disebut juga intro. Intro adalah bagian pembuka atau pendahuluan. Dalam pidato intro adalah pengantar sebelum sampai pada pokok bahasan. Syarat intro harus jelas, ringkas , dan menarik.
2.      Pengembang
Tughas pengembang adalah membaut bahasan tajuk rencana menjadi terfokus, mengerucut. Hal ini dimaksudkan agar menghasilkan tesis yang ringkas dan tajam. Bahasan tajuk dapat dikembangkan dengan penjelasan, kutipan, contoh, dan statistik.  
3.      Penutup
Bagian ini tidak otomatis berupa kesimpulan. Beberapa fungsi penutup adalah (1) mengakhiri uraian atau bahasan tanpa menyertakan kesimpulan, (2) menyatakan kesimpulan secara tegas dan ringkas, (3) mengimbau atau mengajk khhalayak pembaca untuk melakukan tindakan sesuai dengan pokok bahasan.

E. Fakta
Fakta adalah hal atau keadaan yang benar-benar ada atau terjadi. Setiap orang akan memiliki kesamaan dalam pengamatan fakta.
Contoh fakta: Pada hari Sabtu,  5 Juli 2008,  lima orang pembuat batik mendapat penghargaan dari pemerintah.
F. Opini
Opini adalah perkiraan, pikiran, pendapat, atau anggapan tentang suatu hal. Pendapat orang mengenai suatu hal berbeda-beda. Perbedaan pendapat bergantung pada sudut pandang dan latar belakang yang dimiliki. Pendapat dapat berupa saran, kritik, tanggapan, harapan, nasihat, atau ajakan.
Contoh opini: Batik buatan Ibu Rukmi sangat bagus dan halus.
Contoh-contoh kalimat fakta
1.      Penyakit yang pertama kali dilaporkan pada September 2009 itu dijuluki penyakit mengangguk  karena menyebabkan penderitanya menganggung-angguk.
2.      Penyakit aneh itu kini menyebar ke beberapa distrik di wilayah utara Uganda, seperti Kitgum, Lamwo, Pader, Agago, dan Amuru.
3.      Penyakit aneh tersebut ditandai dengan kepala yang mengangguk, keterbelakangan mental, dan pertumbuhan badan anak dan remaja yang terinfeksi akan terhambat. Ketika makan, penderita baik anak-anak maupun dewasa, kepalanya akan mengangguk-angguk.
4.      Tim penggalian benda kuno pimpinan arkeolog Prancis Christopher Tiers  sedang merestorasi kuil Amun Ra di Luxor  ketika menemukan sebuah pintu kapur yang berasal dari masa kekuasaan dinasti ke-17, saat firaun tersebut berkuasa.
5.      Melalui teknologi ultrasonografi 4 Dimensi (USG 4D) diketahui bahwa janin bisa tersenyum dan menangis saat masih dalam rahim.
Contoh-contoh kalimat opini
1.      Dokter memperkirakan, jika kembali sadar, kemungkinan Yanto bisa mengalami kerusakan ingatan, bisu, atau lumpuh.
2.      Kisah Yanto ini juga sekaligus membuka kembali borok-borok kondisi sosial, ekonomi, dan bahkan politik negara kita. Wajib belajar yang digembar-gemborkan ternyata masih merupakan impian indah.
3.      Banyak orang Muslim yang tidak bangga menjadi Muslim dan tidak menjadikan tokoh-tokoh Islam sebagai idola mereka karena tidak mengenal sejarah Islam dengan benar.
4.      Semangat ilmiah dan perjuangan dalam dakwah Islam perlu kita warisi dari para ulama dan tokoh seperti Buya Hamka.
5.      Melihat tema yang dibahas dalam disertasi Abd. Moqsith tersebut, harusnya para ahli tafsir di Indonesia tertarik untuk menyimaknya.

G. Latihan
       (1) Peserta Perkebunan Inti Rakyat (PIR) kelapa sawit, di Desa Suka Makmur bukan hanya memerlukan rumah yang layak huni. (2) Mereka tahu betul, arti rumah yang sehat dan indah.   (3) Untuk bisa memilih rumah, mereka  melakukan arisan di antara kelompok tani.   (4) Sekarang di desa yang ditempati tahun 1986 itu telah berdiri 200 rumah permanen dengan ukuran rata-rata 12 x 14 meter. (5) Dua puluh anggota kelompok tani Bunga Kantil memiliki rumah  baru dan permanen.
3. Kalimat yang berisi fakta terdapat pada nomor . . . .


    A. (1) dan (2)
    B. (1) dan (3)
C. (3) dan (4)
D. (3) dan (5)
E. (4) dan (5)


       (1) RSU ini direncanakan merupakan salah satu alternatif tepat pemilihan pengobatan
di kota ini. (2) Di RSU ini dipasang alat canggih untuk mendeteksi kelainan jantung. (3)Pengelola RSU berusaha melengkapi pengobatan setingkat RSU di kota besar. (4) Jika pertambahan penduduk meningkat 2% per tahun, RSU ini menjadi alternatif pertama dalam pemilihan kesehatan. (5) Ada kasus bahwa pelayanan kesehatan bermutu lebih mudah dikenal dari kecanggihan infrastruktur klinik maupun rumah sakit.
4. Kalimat yang mengandung fakta terdapat pada nomor . . . .


    A. (1)
    B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)


Silangi F jika pernyataan berikut merupakan fakta dan silangi O jika pernyataan merupakan opini!
1.    F – O  Miris sekali menyaksikan carut-marut negeri ini, ketika masalah-masalah     
                kemanusiaan terus muncul silih berganti, seakan-akan tiada habisnya.
2.    F – O  Dalam beberapa hari ini, berbagai media massa, cetak maupun elektronik, memuat dan memberikan komentar seputar pernyataan Menteri Agama RI, Maftuh Basyuni, yang secara tegas menyatakan, bahwa Ahmadiyah adalah aliran di luar Islam, dan mempersilakah kaum Ahmadiyah membuat agama baru, di luar Islam.
3.    F – O  Fatwa MUI tahun 2005 itu menegaskan kembali fatwa tahun 1980, bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat dan menyesatkan, serta orang Islam yang mengikutinya adalah murtad.
4.    F – O  Saya merasa malu menghadapi harapan orang-orang suci itu, dan saya merasa seakan-akan telah menipu mereka.
5.    F – O  Lord Headly al-Farooq menyatakan keislamannya pada tanggal 16 November 1913 dan berganti nama menjadi Syekh Rahmatullah al-Farooq.
6.    F – O  Kita mestinya memahami, bahwa coklat itu di gemari bukan karena warnanya, bukan karena bentuknya. Coklat di gemari karena rasanya, ya, rasanya, bukan yang lain.
7.    F – O  Menikah bukanlah hal yang sederhana namun pula tak pantas untuk membuatnya menjadi kompleks yang akhirnya menghilangkan makna keindahannya.
8.    F – O  Rian kerap dibayar Rp 5 ribu tiap sepasang sepatu yang ia semir.
9.    F – O  Ironinya, meski dia korban tsunami, Rian tak pernah mendapat bantuan dari Pemerintah.
10.    F – O  Hidup Rian yang keras, membuatnya tertutup.
 H. Tugas
Guntinglah tajuk kemudian tentukan/tuliskan hal-hal berikut.
1.      Nama media yang memuat tajuk.
2.      Hari/tanggal penerbitan.
3.      Judul tajuk.
4.      Fakta/masalah yang diungkap.
5.      Opini/tanggapan redaksi atas permasalahan.
6.      Penutup tajuk
7.      Bagaimana opini Anda terhadap permasalahan yang diungkap?
8.      Tepatkah redaktur mengungkapkan masalah tersebut berdasarkan hari dan tanggal terbit (basi/hangat)? Beri alasan.
9.      Kepada siapakah keberpihakan redaktur atas permasalah yang diungkap (pemerintah/rakyat/partai/golongan tertentu) ? Beri alasan.
10.  Sertakan guntingan tajuk.

Daftar pustaka
Sumadiria, AS Haris. 2004. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Bandung: Simbiosa Rekatama Media

Tidak ada komentar:

Posting Komentar