Rabu, 17 April 2013

XI.2.16.2 Menarasikan pengalaman manusia dalam bentuk adegan dan latar pada naskah drama

MENARASIKAN PENGALAMAN MANUSIA
 DALAM BENTUK ADEGAN
DAN
LATAR PADA NASKAH DRAMA
    Menarasikan adalah pengisahan suatu cerita atau kejadian; (nomina).
    Menarasikan adalah pengisahan suatu cerita atau kejadian; (nomina).
    Latar adalah tempat waktu dan suasana terjadinya peristiwa.
    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adegan adalah pemunculan tokoh baru atau pergantian susunan (layar) pada pertunjukan wayang; adegan sebagai bagian adegan yang lebih besar; adegan yang diubah bentuknya dengan disaksikan langsung oleh penonton.
D R A M A
    Drama adalah suatu aksi atau perbuatan (bahasa yunani). Sedangkan dramatik adalah jenis karangan yang dipertunjukkan dalan suatu tingkah laku, mimik dan perbuatan. Sandiwara adalah sebutan lain dari drama di mana sandi adalah rahasia dan wara adalah pelajaran. Orang yang memainkan drama disebut aktor atau lakon.
    Drama juga merupakan cerita fiksi sebagai gambaran kehidupan yang dipentaskan di atas panggung. Ide cerita bisa diambil dari peristiwa yang terjadi dalam kehidupan, kejadian menarik yang pernah kita alami. Apabila kita ingin menyusun pengalaman menarik dlm bntuk drama, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyusun dalam bentuk wacana narasi. Di dalam wacana narasi tsb hendaknya sudah terbentuk kerangka certita berupa sinopsis. Selanjutnya sinopsis tersebut kita ubah menjadi naskah drama dengan memerhatikan beberapa hal.
A.    Plot (alur) drama terbagi menjadi 5 tahap, pengenalan, komplikasi, klimaks, resolusi dan ending. Lakon drama yang baik selalu mengandung konflik, menggambarkan pertentangan”, bahkan pertikaian antarpribadi yang berlawanan. pertentangan juga bisa terjadi antar tokoh dengan lingkungan atau antar tokoh dengan perasaan sendiri. Bisa juga perjuangan tokoh dalam melawan penyakit, memperbaiki nasib, atau menentang keinginan.
B.     Karakter dapet digambarkan dalam mimik, gerak, dialog, dan penampilan. Karakater yang muncul dipnggung menunjukan keragaman berupa perbedaan” menyolok (kontras). Semua karakter tokoh harus dirancangsejak penulisan naskah. Pemain hanya menghayati dan menjalakn petunjuk dlm naskah dng bntuan sutradara.
Dialog, ciri pembeda karya satra drama dengan karya sastra lain adalah rangkaian dialog yang disajikan sjak awal hingga akhir cerita. Susunan dialog harus menggambarkan karakter para tokoh sesuai dengan penyajian alur . gunakan  kata-kata yang menghidupkan percakapan.
Drama memiliki dua aspek, yaitu aspek cerita dan aspek pementasan.
a.    Aspek cerita
b. Aspek pementasan
ASPEK CERITA   
    Aspek cerita mengungkapkan peristiwa atau kejadian yang dialami pelaku. Kadang-kadang pada kesan itu tersirat pesan tertentu.
    Keterpaduan kesan dan pesan ini terangkum dalam cerita yang dilukiskan dalam drama.
ASPEK PEMENTASAN
Aspek pementasan drama dalam arti sesungguhnya ialah pertunjukan di atas panggung berupa pementasan cerita tertentu oleh para pelaku. Pementasan ini didukung oleh dekorasi panggung, tata lampu, tata musik dsb. Kekhasan naskah drama dari karya sastra yang lain ialah adanya dialog, alur, dan episode. Dialog drama biasanya disusun dalam bentuk skenario (rencana lakon sandiwara secara terperinci).
Bermain peran adalah kegiatan memerankan pribadi orang lain berkenaan dengan watak/sikap/tingkah laku. Untuk dapat memerankan orang lain tersebut, perlu dibentuk seorang tokoh yang sesuai dengan imajinasi/bayangan.
Pembentukan bayangan/imajinasi tokoh tersebut perlu dijelaskan dalam sebuah karangan yang berbentuk deskripsi.
Dalam mendeskripsikan tokoh perlu gambaran secara utuh tokoh yang akan diperankan. Orang lain yang hendak memerankan tokoh yang telah dibuat akan memiliki imajinasi/gambaran yang jelas.
Contoh untuk menggambarkan tokoh imajinasi beberapa hal yang perlu dituliskan. Gambarkan identitas tokoh, seperti nama tokoh, umur, jenis kelamin jabatan/pekerjaanya, tingkat ekonomi, lingkungan social tempat tinggalnya. Selanjutnya jelaskan gambaran fisik berkenaan dengan ciri-ciri tubuh, cacat jasmani, ciri khas yang menonjol, suku, bangsa, wajah/raut muka, potongan rambut, baju dan aksesoris yang dikenakan, tinggi/pendek, kurus/gemuk, atau suka senyum/cemberut.. Tidak lupa jelaskan juga watak, kesukaan, ambisi, temperamental yang dimiliki tokoh tersebut sehingga tokoh tersebut memiliki kepribadian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar