Sabtu, 20 April 2013

XI.1.6.1 Menyampaikan dialog disertai gerak-gerik dan mimik, sesuai dengan watak tokoh

6.1 Menyampaikan dialog disertai gerak-gerik dan mimik, sesuai dengan watak tokoh

Konflik adalah ketegangan di dalam cerita rekaan atau drama; pertentangan antara dua kekuatan. Pertentangan ini dapat terjadi dalam diri satu tokoh, antara dua tokoh, antara tokoh dan masyarakat lingkungannya, antara tokoh dan alam, serta antara tokoh dan Tuhan. Istilah lain: tikaian.

Dialog adalah (1) percakapan di dalam karya sastra antara dua tokoh atau lebih; (2) karangan yang menggambarkan percakapan di antara dua tokoh atau lebih. Di dalam dialog tercermin pertukaran pikiran atau pendapat; dipakai di dalam drama, novel, cerita pendek, dan puisi naratif untuk mengungkapkan watak tokoh dan melancarkan lakuan.

Peristiwa adalah kejadian yang penting, khususnya yang berhubungan dengan atau merupakan peristiwa yang mendahuluinya.
Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau berkelakuan di dalam berbagai peristiwa dalam cerita.

Watak (Character) adalah sifat dan ciri yang terdapat pada tokoh, kualitas nalar dan jiwanya yang membedakannya dari tokoh lain (Panuti Sudjiman, 1990)

BABAK PERTAMA
ADEGAN I
Sebuah balairung di istana Raja Lear. Masuk Kent, Gloucester, dan Edmund.
KENT
Kusangka baginda lebih menyayangi Adipati Albany dari pada Adipati Cornwall.
GLOUCESTER
Kami selalu beranggapan begitu; tetapi kini pada pembagian kerajaan, tak kentara tumenggung yang mana paling dihargai baginda; sebab semuanya adil benar timbangannya, hingga dengan secermat-cermatnya pun kedua pihak tak sanggup memilih bagian masing-masing.
KENT
Ini putra tuan, bukan?
GLOUCESTER
Asuhannya menjadi tanggunganku. Sering aku malu mengakui dia, namun kini menjadi biasa.
KENT
Saya tak mengerti.
GLOUCESTER
Ibu si anak lebih mengerti tuan dan itu menyebabkan dia berbadan dua. la mempunyai anak untuk ayunannya, sebelum ia punya suami untuk ranjangnya. Tuan bisa mencium kesalahannya.
KENT
Tak kuharap kesalahan itu batal, sebab kulihat buahnya baik.
GLOUCESTER
Aku juga punya anak lelaki yang sah, tuan, kira-kira setahun lebih tua dari ini, tak lebih kuhargai. Sesungguhpun anak ini datangnya di dunia agak kurang ajar, sebelum dipanggil, namun ibunya cantik; ia terjadi karena main-main. Dan haram jadah harus diakui juga. Kau kenal tuan yang terhormat ini, Edmund?
EDMUND
Tidak, ayah.
GLOUCESTER
Ini Tumenggung Kent; mulai sekarang ingatlah pada beliau sebagai kawanku yang kujunjung tinggi.
EDMUND
Hormat saya, tuan
KENT
Aku senang denganmu, kuharap kita dapat berkenalan lebih dekat.

Sumber: Raja Lear karya Wiliam Shakespeare, terj. Trisno Sumarjo dari judul asli King Lear

Watak Tokoh
Unsur dalam drama tidak jauh berbeda dengan unsur dalam cerpen, novel, maupun roman. Dialog menjadi ciri formal drama yang membedakannya dengan bentuk prosa yang lain. Selain dialog, terdapat plot/alur, karakter/tokoh, dan latar/ setting. Apabila drama sebagai naskah itu dipentaskan, maka harus dilengkapi dengan unsur: gerak, tata busana, tata rias, tata panggung, tata bunyi, dan tata sinar.
Dialog dalam drama memiliki fungsi sebagai berikut.
a. Melukiskan watak tokoh-tokoh dalam cerita.
b. Mengembangkan plot dan menjelaskan isi cerita kepada pembaca atau penonton.
c. Memberikan isyarat peristiwa yang mendahuluinya.
d. Memberikan isyarat peristiwa yang akan datang.
e. Memberikan komentar terhadap peristiwa yang sedang terjadi dalam drama tersebut.

Ketika Anda akan mementaskan naskah drama, pemilihan pemain harus dipertimbangkan dengan tepat. Pemain dalam drama harus benar-benar menghayati watak tokoh yang dimainkan. Supaya dapat menghayati watak tokoh dengan benar, pemain harus membaca dan mempelajari naskah drama dengan cermat.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan pemain drama adalah:
a. kemampuan calon pemain,
b. kesesuaian postur tubuh, tipe gerak, dan suara yang dimiliki calon pemain dengan tokoh yang
akan dimainkan,
c. kesanggupan calon pemain untuk memerankan tokoh dalam drama.
Jika ketiga hal di atas dapat dipenuhi oleh calon pemain, akan mempermudah dalam penghayatan watak tokoh dalam drama yang akan dipentaskan. Hal lain yang harus diperhatikan, saat Anda akan menghayati watak tokoh dalam drama yang akan diperankan adalah sebagai berikut:
a. Pahamilah ciri-ciri fisik tokoh yang diperankan, seperti jenis kelamin, umur, penampilan fisik,
dan kondisi kesehatan tokoh.
b. Pahamilah ciri-ciri sosial tokoh yang diperankan, seperti pekerjaan, kelas sosial, latar belakang
keluarga, dan status tokoh yang akan diperankan.
c. Pahamilah ciri-ciri nonfisik tokoh, seperti pandangan hidup dan keadaan batin.
d. Pahamilah ciri-ciri perilaku tokoh dalam menghadapi dan menyelesaikan sebuah konflik.

Unsur-unsur Drama
Dalam naskah drama biasanya terdapat hal-hal sebagai berikut.
a. Babak dan adegan
Babak adalah bagian dari naskah drama yang merangkum semua peristiwa yang terjadi pada
suatu tempat dalam urutan waktu tertentu. Satu babak dibagi dalam adegan-adegan, yaitu
bagian dari babak yang batasnya ditentukan oleh perubahan peristiwa sehubungan dengan
datang atau perginya tokoh cerita ke atas pentas.
b. Dialog
Dialog merupakan bagian dari naskah drama yang berupa percakapan antara satu tokoh
dengan tokoh lainnya. Dari dialog inilah penonton dapat mengetahui isi cerita atau lakon
sebuah drama. Dialog merupakan ciri khas drama.
c. Petunjuk Pengarang
Petunjuk pengarang adalah bagian yang memberikan penjelasan kepada pembaca atau
awak/kru pementasan, seperti sutradara, pemain, penata panggung, penata musik, dan
penata busana, tentang keadaan, suasana, peristiwa atau perbuatan, dan sifat tokoh cerita.
d. Prolog
Prolog adalah kata pendahuluan yang dipaparkan sebelum drama itu dipertunjukkan.
Tujuannya agar penonton mempunyai gambaran mengenai isi drama yang akan dipentaskan.
e. Epilog
Epilog adalah kata-kata yang diucapkan pada waktu drama itu selesai. Biasanya berisi
amanat, pesan, atau ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu/mendukung pementasan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar