Senin, 08 April 2013

PERBEDAAN PARADIGMA PENELITIAN KUANTITATIF DAN PENELITIAN KUALITATIF

PERBEDAAN PARADIGMA PENELITIAN KUANTITATIF DAN PENELITIAN KUALITATIF


Syarat yang harus dipenuhi dalam melaksanakan penelitian :
1.      Mengikuti metode yang ketat “Ngorous”, yaitu berpegang teguh pada aturan-aturan tertentu untuk mencapai hasil yang objektif;
2.      Meminimalisasi kekeliruan dalam data yang dikumpulkan maupun dalam penafsiran;
3.      Mempublikasikan hasil penelitian agar membukanya berbagai kritik dari semua pihak untuk dibantah, ditolak, ataupun diterima.
Setiap penelitian berpedoman pada paradigm tertentu. Menurut Prof. Dr. S. Nasution,M.A. (1992:2), Paradigma ialah suatu perangkat kepercayaan, nilai-nilai, suatu pandangan tentang lingkungan sekitar. Paradigm mengarahkan penelitian. Dengan timbulnya paradigma baru tentang dunia, maka timbul pula paradigm baru dalam penelitian serta metode yang digunakan.
 Pengertian penelitian kuantitatif dan kualitatif :
1.      Penelitian Kuantitatif
Upaya orang untuk mencari kebenaran atau menjawab masalah yang telah dirumuskan berdasarkan hasil.
2.      Penelitian Kualitatif
Upaya orang untuk mencari kebenaran atau menjawab masalah yang telah dirumuskan berdasarkan proses.
Perbandingan antara Metode Penelitian Kualitatif dengan Metode Penelitian Kuantitatif
Metode Penelitian Kualitatif
Metode Penelitian Kuantitatif
Disain:
-umum
-fleksibel
-berkembang, tampil dalam proses penelitian
Disain:
-spesifik,jelas,terperinci
-ditentukan secara mantap sejak awal
-menjadi pegangan langkah demi langkah
Tujuan:
-memperoleh pemahaman,makna “Verstehen”
-mengembangkan teori
-menggambarkan realitas yang kompleks
Tujuan:
-menunjukkan hubungan antara variable
-mentest teori
-mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif
Teknik Penelitian:
-observasi, participant observation
-terutama wawancara terbuka
Teknik Penelitian:
-eksperimen, survey, observasi berstruktur
-wawancara berstruktur
Instrumen Penelitian:
-peneliti sebagai instrument (human instrument)
-buku catatan, tape recorder
Instrumen Penelitian:
-tes, angket,wawancara, skala
-komputer,kalkulator
Data:
-deskriptif
-dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan responden, dokumen, dan lain-lain.
Data:
-kuantitatif
-hasil pengukuran berdasarkan variable yang dioperasionalkan dengan menggunakan instrumen
Sampel:
-kecil
-tidak representative
-purposif
Sampel:
-besar
-representatif
-sedapat mungkin random
Analisis:
-terus-menerus sejak awal sampai akhir penelitian
-induktif
-mencari pola, model, tema
Analisis:
-pada taraf akhir setelah pengumpulan data selesai
-deduktif
-menggunakan statistik
Hubungan dengan Responden:
-empati,akrab
-kedudukan sama, setaraf
-jangka lama
Hubungan dengan Responden:
-berjarak, sering tanpa kontak langsung
-hubungan antara peneliti,subjek
-jangka pendek
Usulan Disain:
-singkat
-sedikit tanpa literature
-masalah yang diduga relevan
-tidak ada hipotesis
-fokus penelitian sering ditulis setelah ada data yang dikumpulkan dari lapangan
Usulan Disain:
-luas dan terinci
-banyak literature yang berhubungan dengan masalah
-prosedur yang spesifik dan terinci masalahnya
-masalah diuraikan dan ditujukan kepada focus tertentu
-hipotesis dirumuskan dengan jelas
-ditulis terinci dan lengkap sebelum terjun ke lapangan
Maka dapat dikatakan bahwa penelitian kuantitatif bersifat deduktif, sedangkan penelitian kualitatif bersifat induktif.
Proses Penelitian Kuantitatif dan Penelitian Kualitatif
1.      Proses Penelitian Kuantitatif
Pada umumnya, penelitian kuantitatif yang berdasarkan paradigma positivistik berlangsung sebagai berikut.
a)      Peneliti menaruh minat dan merasa terdorong untuk meneliti suatu masalah yang masih bersifat umum;
b)      Masalah diuraikan dalam beberapa submasalah yang melahirkan hipotesis;
c)      Memilih metode dalam memecahkan masalah;
d)     Menentukan populasi dan sampel yang akan digunakan;
e)      Mengumpulkan data;
f)       Menganalisis data;
g)      Menulis laporan.
2.      Proses Penelitian Kualitatif
Pada proses penelitian kualitatif terdapat banyak perbedaan dengan proses penelitian kuantitatif yang dikarenakan adanya perbedaan paradigma yang berlangsung sebagai berikut.
a)      Peneliti menaruh minat untuk meneliti suatu topic yang masih bersifat umum;
b)      Merumuskan pertanyaan;
c)      Menentukan metode yang digunakan;
d)     Memasuki lapangan;
e)      Mengumpulkan data melalui observasi dengan menggunakan catatan, mengadakan sampling, kemudian dicek kembali kebenarannya dengan memperoleh informasi dari beberapa pihak (triangsulasi) untuk memverifikasi informasi;
f)       Analisis data;
g)      Dibuat laporan;
h)      Membuat pertanyaan baru.
Disain Penelitian
            Disain penelitian adalah suatu rencana tentang cara melakukan penelitian. Disain penelitian berkaitan erat dengan proses penelitian. Berikut perbedaan antara disain penelitian kuantitatif dan disain penelitian kualitatif.
Disain Penelitian Kuantitatif
Disain Penelitian Kualitatif
Disain terinci dan mantap.
Disain tidak terinci, fleksibel, timbul (“emergent”) serta berkembang sambil berjalan antara lain mengenai tujuan, subjek, sampel, sumber data.
Disain direncanakan sebelumnya pada taraf persiapan (projektif).
Disain sebenarnya baru diketahui dengan jelas setelah penelitian selesai (retrospektif).
Mengemukakan hipotesis sebelumnya yang akan diuji kebenarannya.
Tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya; hipotesis lahir sewaktu penelitian dilakukan; hipotesis berupa “hunches”, petunjuk yang bersifat sementara dan dapat berubah;  hipotesis berupa pertanyaan yang mengarahkan pengumpulan data.
Hipotesis menunjukkan hasil yang diharapkan; hasil telah diramalkan apriori; hasil penelitian telah terkandung dalam hipotesis. Jumlah variable terbatas.
Hasil penelitian terbuka, tidak diketahui sebelumnya, karena jumlah variable tidak terbatas.
Dalam disain jelas langkah-langkah penelitian serta hasil yang diharapkan.
Disain fleksibel, langkah-langkah tidak dapat dipastikan sebelumnya dan hasil penelitian tidak dapat diketahui atau diramalkan sebelumnya.
Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul (pada tahap akhir).
Analisis data dilakukan sejak awal bersamaan dengan pengumpulan data, walaupun pada tahap kemudian membutuhkan analisis yang lebih banyak.
Penyusunan Disain Penelitian menurut Bogdan dan Biklen :
1.      Menentukan fokus penelitian;
2.      Menentukan paradigm penelitian;
3.      Menentukan kesesuaian paradigm dengan teori;
4.      Menentukan sumber data, lokasi para responden;
5.      Menentukan tahap-tahap penelitian;
6.      Menentukan instrument penelitian;
7.      Rencana pengumpulan data dan pencatatannya;
8.      Rencana analisis data;
9.      Rencana logistic;
10.  Rencana mencapai tingkat kepercayaan akan kebenaran penelitian;
11.  Merencanakan lokasi;
12.  Menghormati etika penelitian;
13.  Rencana penulisan dan penyelesaian penelitian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar